3.1
Pengertian
Umum Tentang Air
Air adalah zat
yang tidak mempunyai rasa, warna, dan bau yang terdiri dari hidrogen dan oksigen
dengan rumus kimia H2O. Air merupakan suatu
larutan yang bersifat universal (Linsley, 1991).
Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumber daya air
secara konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati
sampai saat ini. Oleh karena itu, pengembangan dan pengolahan sumber daya air
merupakan dasar peradaban manusia (Sunaryo, dkk, 2005).
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi
kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat
digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi
kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan
air di dalam tubuh manusia itu sendiri. Kehilangan air untuk 15% dari berat
badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang
dewasa perlu
meminum minimal sebanyak 1,5 – 2 liter air sehari untuk keseimbangan dalam
tubuh dan membantu proses metabolisme (Slamet, 2007). Didalam tubuh manusia,
air diperlukan untuk transportasi zat-zat makanan dalam bentuk larutan dan
melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Misalnya, untuk melarutkan
oksigen sebelum memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli
(Mulia, 2005).
Air merupakan materi esensial dalam kehidupan.
Bukti-bukti menunjukkan semakin tinggi taraf kehidupan, jumlah kebutuhan air
semakin meningkat. Kebutuhan yang meningkat mendorong pengadaan sumber air
baru, misalnya yang berasal dari air tanah, mengolah dan menawarkan air laut
maupun mengolah dan menyehatkan kembali sumber air kotor yang telah tercemar
seperti air sungai dan danau (Winarno, 1986).
3.2
Pengertian Air Minum
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik
Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII tahun 2002, yang dimaksud air minum adalah
air yang melalui proses pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan
dan dapat langsung diminum. Adapun syarat pengawasan air minum meliputi :
Bakteriologi, Kimiawi, radio aktif dan fisika (Fardiaz, 1989). Pengertian air
minum dapat dilihat pula dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan perdagangan
Republik Indonesia Nomor: 651 /MPP /Kep /10 / 2004 tentang: Persyaratan Teknis
Depot Air Minum dan Perdagangannya. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa
air minum adalah air baku yang telah diproses dan aman untuk diminum (Kep Men
Kes RI, 2002).
Air minum yang ideal harusnya jernih, tidak
berwarna, tidak berasa dan tidak berbau, serta tidak mengandung kuman patogen
dan zat kimia yang dapat mengganggu fungsi tubuh (Suprihatin, 2003).
3.3
Syarat Utama Penyediaan Air Minum
Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam
sistem penyediaan air minum adalah sebagai berikut :
3.3.1 Persyaratan Kualitatif
Persyaratan ini menggambarkan mutu atau kualitas air
dari air baku. Persyaratan ini meliputi persyaratan fisik, kimia, biologis, dan
radiologis.
1.
Syarat-syarat
Fisik
Secara fisik air
minum harus jernih, tak berwarna, tak berbau dan tak berasa (tawar). Warna
dipersyaratkan dalam air minum untuk masyarakat karena pertimbangan estetika.
Ada dua macam warna dalam air yaitu apparent
color dan true color. Apparent color ditimbulkan karena adanya
benda-benda tersuspensi dari bahan organik. Hal ini lebih mudah diatasi
dibandingkan dengan true color yang
disebabkan oleh zat-zat bukan organik seperti besi. Rasa seperti asin, manis,
pahit, asam dan sebagainya tidak boleh tedapat dalam air minum. Selain bau,
warna dan rasa, syarat lain yang harus dipenuhi secara fisik adalah suhu. Suhu
sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25 ºC dan bila terjadi
perbedaan maka batas yang diperoleh adalah 25 ± 3 ºC. pH merupakan faktor
penting bagi air minum karena dapat mempengaruhi rasa. Selain itu, nilai pH
juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri patoen yang amat membahayakan kesehatan.
2. Syarat-syarat kimia
Air
minum tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melewati
batas. Beberapa persyaratan kimia tersebut antara lain :
a.
Zat
Padat Total
Total
padatan merupakan bahan yang tertinggal sebagai residu padat setelah penguapan
dan pengeringan pada suhu 103 – 105 ºC. Selain dengan metode gravimetri dapat
pula digunakan metode spektrofotometri.
b.
Kesadahan
Total (Total Hardness)
Kesadahan
adalah sifat air yang disebabkan oleh adanya kation-kation penyebab kesadahan
seperti Ca, Mg, Fe, dan Mn. Kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan
oleh adanya kation-kation Ca dan Mg secara bersama-sama. Air yang sadah
menyebabkan pemborosan pemakain sabun pencuci dan mempunyai titik didih yang
lebih tinggi dari air biasa.
c.
Besi
dan Mangan
Zat-zat
lain yang selalu terdapat dalam air adalah besi dan mangan. Besi merupakan
logam yang dapat menghambat desinfektan. Hal ini karena kemampuan daya pengikat
klor (DPC) selain digunakan untuk mengikat zat organik, juga digunakan untuk
mengikat besi dan mangan, sehingga sisa klor menjadi lebih sedikit, dimana
diperlukan desinfektan yang lebih banyak dalam proses pengolahan air. Besi dan
mangan juga dapat menyebabkan warna air menjadi keruh.
d.
Klorida
Kadar
klorida yang relatif tinggi menyebabkan rasa air menjadi asin dan bersifat
korosi terhadap logam.
e.
Nitrit
Dalam
suatu perairan, bila terdapat nitrat maka nitrit juga akan ada dengan adanya
bantuan mikroorganisme. Adanya nitrit dapat menyebabkan methamoglobinemia
terutama pada bayi.
f.
Fluorida
Kadar
fluorida yang lebih kecil dari 1 mg/l akan menyebabkan kerusakan gigi atau carries gigi dan jika terlalu banyak akan
menyebabkan gigi kecoklatan.
g.
Logam-logam
berat (Pb. Zn, Cu, Hg)
Adanya
logam-logam berat dalam air menyebabkan gangguan pada jaringan syaraf,
pencernaan, metabolisme oksigen dan penyakit kanker.
3.
Syarat-syarat
mikrobiologis
Air
minum tidak boleh mengandung bakteri patogen dan parasitik seperti bakteri, coliform, PA dan jamur. Bila bakteri
patogen sampai terdapat dalam air minum akan mengganggu kesehatan atau timbul
penyakit. Untuk mengetahui adanya bakteri patogen dapat dilakukan dengan
indikasi pengecekan coliform yang
merupakan indikator adanya faecal
contamination yang keberadaannya berpotensi terdapatnya bakteri lain. (Guidlines for Drinking Water Quality, WHO 1996). Sedangkan E.coli merupakan bagian dari coliform yang dapat menyebabkan penyakit
Gastroenteritis (Guidlines for Drinking Water Quality, end edition vol.1 WHO 1993).
4. Syarat-syarat Radiologis
Air
minum tidak boleh mengandung zat yang menghasilkan bahan-bahan yang mengandung
radioaktif seperti sinar alfa (α), beta (β) dan gamma (γ). Radioaktif bersifat
radiasi. Partikel β lebih mudah penetrasinya dibandingkan dengan partikel α
tapi partikel α dapat menyebabkan ionisasi yang hebat walaupun penetrasinya
singkat sehingga partikel α sedikit berbahaya diluar tubuh namun sangat
berbahaya di dalam tubuh (Stanley.E.Manahan, 1993).
3.3.2 Persyaratan Kuantitatif dan Kontinuitas
Persyaratan
kuantitatif adalah penyediaan air bersih ditinjau dari banyaknya air baku yang tersedia dan
kontinuitas debit air yang keluar dari bumi sehingga mempengaruhi aktifitas
produksi. Artinya, air baku tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
sesuai dengan jumlah penduduk yang akan dilayani. Selain itu, jumlah air yang
dibutuhkan sangat tergantung pada tingkat kemajuan teknologi dan sosial ekonomi
masyarakat setempat.
3.4
Pengertian Air Kemasan
Air Kemasan adalah air baku yang
telah diproses dan dikemas serta aman untuk diminum. Air kemasan diproses
melalui 5 tahapan, yaitu penyediaan air baku, penyaringan, desinfeksi dan
pengisian, penyimpanan (Agustini, 2003).
Pada tahun 1972 untuk yang pertama
kalinya di Indonesia telah dihasilkan air kemasan pertama yang umum pula
dikenal sebagai air mineral, dengan merk Aqua. Sebagai produk baru,
kehadirannya telah mendatangkan banyak pertanyaan, baik yang berkaitan dengan
harga yang tentu saja sangat mahal, ataupun kaitannya dengan produk minuman
ringan yang saat itu sudah menyatu dengan kehidupan, terutama untuk masyarakat
perkotaan.
Keistimewaan air kemasan adalah
karena warna, rasa dan baunya sama dengan air alami. Selama proses produksi
bahan baku tidak ada penambahan zat kimia khusus selain O3 (ozon)
yang berfungsi untuk membunuh mikroba yang mungkin dapat hadir dan
membahayakan, tetapi penambahan senyawa kimia ini tidak akan merubah warna,
rasa dan bau air alaminya. Gas ozon dengan rumus kimia O3, jika
terurai akan kembali menjadi O2 dan On yang sifatnya sangat labil
serta dapat dengan mudah menjadi O2 kembali.
3.5
Sifat Air
3.5.1 Sifat Fisika Air
Air
adalah suatu zat anorganik berwujud cairan yang mempunyai sifat unik, antara
lain :
a) Dalam
keadaan normal air tidak berwarna, berbau dan berasa.
b) Mendidih
pada suhu 100 ºC dan membeku pada suhu 0 ºC.
c) Merupakan
penghantar listrik yang buruk.
d) Berat
jenis air dalam bentuk padat lebih kecil dari pada dalam bentuk cairan.
e) Memiliki
sifat anomali air (dibawah suhu 4 ºC berat jenis air naik apabila dipanaskan,
diatas suhu tersebut berat jenisnya turun bila dipanaskan) dan memiliki sifat
yang sama dengan zat cair lainnya.
3.5.2
Sifat Kimia Air
a) Dapat
melarutkan beberapa zat.
b) Sebagai
katalis, misalnya dalam pemanasan karbon dan oksigen.
c) Mengalami
penguraian.

d) Membentuk
senyawa hidrat dengan zat lain, misalnya CuSO4.
5H2O,
MgSO4.
7H2O,
air terikat sebagai hablur.
3.6 Karakteristik Air Berdasarkan Sumbernya
Air yang murni tidak
terdapat di alam, seperti air hujan, saat mulai terkondensasi menjadi tetes air
yang disebut air murni, akan tetapi dalam perjalanannya ke permukaan bumi
terkontaminasi oleh partikel-partikel seperti karbon dioksida, oksigen,
nitrogen, dan zat-zat lain seperti debu, asap, partikel minyak yang semuanya
terkandung di udara.
Air
hujan ini sebagian akan menyatu dengan air sungai. Air sungai dalam perjalannya
menuju ke laut, akan melarutkan tanah yang dilaluinya sehingga air sungai
mengandung sejumlah suspensi material berupa sedimentasi seperti pasir, lempung
dan sebagainya.
Air
setelah mencapai permukaan tanah akan segera terkena polusi zat organik.
Polutan tersebut akan berbahaya jika mengandung buangan manusia. Kemungkinan
kejadian lain adalah air tersebut telah banyak menyerap CO2,
N2
dari tumbuh-tumbuhan atau bahan-bahan lain hasil penguraian zat organik di
tanah dan kemudian menyatu dengan air sungai.
3.7
Karakteristik Air Berdasarkan Asalnya
3.7.1 Air Angkasa (Air Hujan)
Air hujan adalah
air yang menguap karena panas dan kemudian “mengembara” di udara dan
berkondensasi. Pada waktu mengembara, uap air tersebut akan bercampur dan akan
melarutkan gas-gas oksigen, nitrogen, karbon dioksida, debu, bakteri, serta
berbagai senyawa yang terdapat di udara. Jadi kualitas air hujan akan banyak
dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Air hujan mempunyai sifat agresif
dengan pH rendah. Sifat ini akan menyebabkan terjadinya korosi atau karatan
pada pipa-pipa.
3.7.2 Air Tanah
Air tanah adalah
air yang terdapat di bawah permukaan tanah atau pada pori-pori tanah. Air tanah
terjadi karena adanya proses peresapan air dari permukaan tanah. Kandungan
garam-garam yang terkandung dalam tanah, jenisnya tergantung dari adanya
kandungan garam-garam pada lapisan tanah yang di laluinya.
Air tanah dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu air tanah freatis dan air tanah artesis :
a. Air
tanah freatis adalah air tanah permukaan atau air tanah atas, misalnya air
tanah di sumur. Air tanah freatis mempunyai ciri-ciri, antara lain tergantung
pada besar resapan cuah hujan dan kualitas air sangat tergantung pada lingkungan
sekitar.
b. Air
tanah artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tubuh tanah,
misalnya air yang dikeluarkan melalui sumur pompa artesis. Air tanah artesis
mempunyai ciri-ciri, antara lain jumlah air sangat besar dan tidak terpengaruh
oleh musim, kualitas air tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar.
Adapun mata air adalah
air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah karena adanya gaya
tekan dan batu yang mempunyai porositas yang tinggi.
3.8
Air Permukaan
Air permukaan terbagi menjadi
dua bagian, yaitu :
a. Air Laut
Air laut mempunyai rasa asin, yang
mengandung garam NaCl kurang lebih 3%, dengan demikian air laut tidak memenuhi
syarat untuk digunakan sebagai sumber air minum. Air laut jarang digunakan
sebagai sumber air bersih karena proses pengolahannya relatif mahal.
b. Air Sungai
Air sungai mempunyai kandungan
garam mineral yang kecil, tetapi mempunyai kandungan zat padat terlarut dan
kandungan bakteri yang besar. Dari segi kuantitas umumnya air sungai ini
mencukupi sepanjang musim, sedangkan dari segi kualitas perlu dilakukan
pengolahan sebelum digunakan sebagai air minum atau air bersih.
3.9
Standar Kualitas Air
Dalam menjamim bahwa air minum itu
aman, higienis dan baik serta dapat di minum, maka harus terpenuhi
syarat-syarat berikut :
3.9.1
Syarat Fisika
Syarat fisika air minum adalah harus bersih, tidak
berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Adanya perubahan sifat fisika dapat
diketahui sejauh mana kualitas air tersebut, tetapi bukan berarti bila sifat
fisikanya baik, maka kualitas air tersebut baik juga, tetapi harus dilakukan
pengujian parameter lainnya. Yang termasuk ke dalam parameter fisika adalah
bau, warna, rasa, temperatur, padatan terlarut, padatan tersuspensi dan
kekeruhan.
3.9.2 Syarat Kimia
Air minum yang baik
harus tidak mengandung unsur-unsur kimia yang jumlahnya melebihi batas standar
air minum. Parameter ini merupakan pengujian yang lebih kuat dari pada
parameter fisika dalam penentuan kualitas air. Yang termasuk ke dalam parameter
kimia adalah kesadahan, alkalinitas, besi, mangan, klorida, chlorin, nitrit,
kalsium, magnesium, silver.
3.9.3
Syarat Mikrobiologis
Parameter ini
merupakan uji penguat dalam menentukan kualitas air. Keadaan bakteri coliform
total dan coliform tinja dalam air digunakan sebagai indikator adanya bakteri
patogen. Karena dengan adanya bakteri patogen dalam air merupakan indikasi air
tersebut telah terkontaminasi oleh tinja.
3.10 Parameter Analisis Air
Parameter
analisis air terbagi menjadi dua bagian yaitu :
3.10.1 Analisis Fisika Kimia
1.
pH
pH air merupakan parameter
yang penting karena dapat mengetahui kemampuan air untuk membentuk kerak
(suasana basa) atau menyebabkan korosi (suasana asam) dan untuk menyokong
kehidupan mikroorganisme. Prinsip dasar pengukuran pH adalah secara
elektrometri. Pengukuran pH ini memanfaatkan hubungan antara konsentrasi ion H+
dengan besarnya potensial sel.
2.
Konduktivitas
(DHL)
Konduktivitas
menunjukkan kemampuan air untuk menghantarkan listrik. Konduktivitas air
tergantung dari konsentrasi ion dan suhu air. Pengukuran DHL dilakukan dengan
konduktometer dan metoda yang digunakan adalah konduktometri. Konduktometri
adalah suatu cara analisis kuantitatif yang berdasar penentuan daya hantar
larutan. Penghantar listrik dalam larutan disebabkan adanya ion dalam larutan.
Konduktivitas berguna
untuk mengetahui tingkat kemurnian air dan dapat menunjukkan jumlah padatan
terlarut total dalam air. Konduktivitas suatu larutan naik 2% untuk setiap
kenaikkan suhu 1 ºC.
3.
Turbiditas
(Kekeruhan)
Kekeruhan disebabkan
oleh bahan-bahan tersuspensi yang bervariasi dari ukuran koloidal sampai
dispersi kasar, tergantung dari derajat turbelensinya. Pengukuran kekeruhan membantu
jumlah bahan kimia yang diperlukan dalam pengolahan air.
Metode yang digunakan
adalah turbidimetri. Prinsip pengukurannya berdasarkan hamburan cahaya oleh
partikel koloid. Kekeruhan menggambarkan sifat optik air, yaitu cahaya yang di
terima oleh air yang keruh akan dibiaskan darn diabsorpsi, tetapi sinarnya
tidak di teruskan secara lurus. Air yang jernih mempunyai kekeruhan antara 0 - 1
unit. Satuan kekeruhan dinyatakan dalam NTU (Nephelometric Turbidity Unit).
4.
Alkalinitas
Alakalinitas adalah
kapasitas air untuk menerima proton. Pengukuran alkalinitas berguna untuk
menghitung jumlah bahan kimia yang harus ditambahkan dalam perlakuan air.
Alkalinitas ini penting ditetapkan nilainya, karena akan dapat menentukan
tingkat kelayakan penggunaan air. Pengukuran alkalinitas dinyatakan dalam
satuan mg/l. Pengukuran alkalinitas menggunakan metode titrimetri yang
melibatkan asam sebagai titran. Reaksinya cepat dan tingkat kesempurnaannya
tinggi.

5.
Klorida
( Cl- )
Ion klorida ( Cl- )
merupakan senyawa umum yang terdapat dalam perairan alami. Ion Cl-
pada tingkat sedang mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap sifat-sifat kimia
dan biologi perairan. Klorida dalam bentuk ion merupakan salah satu anion
anorganik yang cukup banyak terdapat dalam air. Adanya ion ini menimbulkan rasa
asin pada air.
6.
Kalsium
( Ca2+ ) dan Magnesium ( Mg2+ )
Ion kalsium ( Ca2+
) dan magnesium ( Mg2+ ) merupakan penyusun kesadahan air. Kandungan
kalsium di perairan alami berkisar dari nol sampai beberapa miligram per liter
tergantung pada jenis bantuan dimana perairan itu beasal. Pengukuran kadar
kalsium menggunakan metode titrimetri. Titran yang digunakan adalah EDTA dan
murexid sebagai indikator. EDTA yang ditambahkan kedalam air akan mengikat
kalsium pada pH 12-13. Dengan menggunakan indikator yang hanya mengikat ion Ca2+
maka titik akhir titrasi dapat diamati sacara jelas. Jika pH air dibuat cukup
tinggi sehingga hampir semua ion Mg2+ mengendap dalam bentuk
magnesium hidroksida. Dengan demikian pengukuran ion Ca2+ dapat
ditentukan langsung dengan titrasi menggunakan EDTA. Untuk pengukuran Mg2+
dapat diperoleh dari hasil perhitungan kesadahan total dan kadar ion Ca2+
.
7.
Kesadahan
(Hardness)
Kesadahan yang
diakibatkan oleh ion Ca2+ dan Mg2+ dapat menimbulkan
endapan berupa lendir. Pengukuran kesadahan menggunakan metode titrimetri
dengan titran EDTA dan EBT sebagai indikator.
8.
Perak
Perak atau Argentum
(Ag) adala metal berwana putih. Argentum didapat padaindustri antara lain
industri alloy, keramik, gelas, fotografi, cermin, dan cat rambut. Bila masuk
kedalam tubuh, argentum akan diakumulasikan di berbagai organ dan menimbulkan
pigmentasi kelabu, disebut argyria. Pigmentasi ini bersifat permanen, karena
tubuh tidak dapat mengekskresikannya. Sebagai debu, senyawa argentum dapat
menimbulkan iritasi kulit, dan menghitamkan kulit (argyria). Bila terikat
nitrat, argentum akan menjadi sangat korosif. Argyria sistemik dapat juga
terjadi, karena perak diakumulasikan didalam selaput lendir dan kulit.
Berdasarkan baku mutu air minum yang dikeluarkan oleh WHO (2011), kadar
Argentum (Ag) maksimum dalam air minum yang dibolehkan yakni 0,005 mg/l.
9.
Besi
Besi atau Ferum (Fe)
adalah metal berwarna abu-abu, liat, dan dapat di bentuk. Di alam didapat
sebagai hematit. Didalam air minum Fe menimbulkan warna (kuning), rasa, pengendapan
pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, dan kekeruhan. Besi dibutuhkan
tubuh dalam pembentukan Hemoglobin. Banyaknya Fe didalam tubuh dikendalikan
pada fase absorbsi. Tubuh manusia tidak dapat mengekresikan Fe. Karenanya
mereka yang sering mendapat tranfusi darah, warna kulitnya menjadi hitam karena
akumulasi Fe. Sekalipun Fe itu diperlukan tubuh, tetapi dalam dosis besar dapat
merusak dinding usus. Kematian seringkali disebabkan oleh rusaknya dinding usus
ini (Soemirat, 2001).
10.
Nitrit
Di perairan alami, nitrit (NO2)
biasanya ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Lebih sedikit daripada
nitrat, karena bersifat tidak stabil dengan keberadaan oksigen. Nitrit
merupakan bentuk peralihan (intermediate) antara amonia dan nitrat
(nitrifikasi), dan antara nitrat dan gas nitrogen (denitrifikasi). Denitrifikasi
berlangsung pada kondisi anaerob ( Effendi, 2003).
Sumber nitrit dapat berupa limbah
industri dan limbah domestik. Kadar nitrit pada perairan relatif kecil, karena
segera dioksidasi menjadi nitrat. Perairan alami mengandung nitrit sekitar
0,001 mg/L dan sebaiknya tidak melebihi 0,06 mg/L. Di perairan, kadar nitrit
jarang melebihi 1 mg/L. Kadar nitrit yang lebih dari 0,05 mg/L dapat bersifat
tosik bagi organisme perairan yang sangat sensitif. Untuk keperluan air minum, WHO
merekomendasikan kadar nitrit sebaiknya tidak lebih dari 1 mg/L. Bagi manusia
dan hewan, nitrit bersifat lebih toksik daripada nitrat. Pada manusia konsumsi
nitrit yang berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya proses pengikatan
oksigen oleh hemoglobin darah, yang selanjutnya membentuk methemoglobin yang
tidak mampu mengikat oksigen (Effendi, 2003).
Menurut Chandra (2006),
dalam keadaan normal, nitrit tidak ditemukan dalam air minum, kecuali dalam air
yang berasal dari air tanah akibat adanya proses reduksi nitrat oleh garam
besi.
11.
Mangan
Toksisitas Mangan (Mn),
relatif sudah tampak pada konsentrasi rendah. Dengan demikian tingkat kandungan
Mn yang diizinkan dalam air yang digunakan untuk keperluan domestic sangat rendah,
yaitu dibawah 0,05 mg/l. Dalam kondisi aerob mangan dalam perairan terdapat
dalam bentuk MnO2 dan pada dasar perairan tereduksi menjadi Mn2+
atau dalam air yang kekurangan oksigen (DO rendah). Oleh karena itu pemakaian air
yang bersal dari dasar suatu sumber air, sering ditemukan mangan dalam konsentrasi
tinggi (Rukaesih, 2004).
12.
Klorin
Klor (bahasa Yunani:
Chloro = hijau pucat) adalah salah satu unsur kimia dengan simbol “Cl”dan
mempunyai nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok
halogen atau golongan VIIA. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan,
dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai
oksidan, pemutih, atau desinfektan.
Klorin merupakan zat
asam yang korosif. Klorin akan berperan sebagai iritan kuat pada jaringan yang
sensitif. Kontak jangka panjang dengan klorin dapat menyebabkan terbentuknya
radikal bebas.
3.10.2
Analisis Mikrobiologi
1. Coliform
Coliform
adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup didalam saluran pencernaan
manusia. Bakteri coliform adalah
bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya
pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform
fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti
berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh lebih murah, cepat, dan
sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain. Contoh bakteri coliform adalah, Escherichia coli dan Enterobacter
aerogenes. Jadi, coliform adalah indikator
kualitas air. Makin sedikit kandungan coliform,
artinya, kualitas air semakin baik.
2. Eschericia
Coli (E.Coli)
E.
Coli
jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan
kesehatan. Walaupun E. Coli merupakan
bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti
bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroenteritis taraf sedang
hingga parah pada manusia dan hewan. Sehingga, air yang akan digunakan untuk
keperluan sehari-hari berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit infeksius
(Suriaman, 2008).
3.
Jamur
Jamur dibagi menjadi 2
yaitu khamir (Yeast) dan kapang (Mold). Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan
pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada
kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang
terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan
panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa
ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang
khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal
ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya.
Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. Tubuh
atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora
(sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa
filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm, dibandingkan dengan
sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Disepanjang setiap hifa terdapat
sitoplasma bersama (Coyne, 2009).
First Casino in Canada to Launch with 500% First Deposit Bonus
BalasHapusFirst casino is offering 퍼스트카지노 a generous welcome package with 100% First Deposit welcome bonus! 10bet You'll be able to sign up to 메리트카지노 the First
The Best Casino Online | Wooricasinos.info
BalasHapusOnline gambling is a 텍사스 홀덤 룰 highly-regulated form of gambling. Online gambling 도박장 is the 점심메뉴룰렛 most 파라오 도메인 common and popular 해외사이트 type of gambling in the United States.
Harrah's Cherokee Casino & Hotel - Mapyro
BalasHapusHarrah's Cherokee Casino & 천안 출장마사지 Hotel. Location, Address, Phone Number, 안동 출장샵 Reviews, 안양 출장안마 Games. Leave a Review. 안성 출장마사지 View Details. Directions. Casino. Directions. 경상남도 출장샵 Casino.